Berdasarkan penjelasan anda mengenai senyawa kiral dan akiral diperoleh perbedaan bahwa senyawa kiral merupakan senyawa yang tidak selaras sedangkan akiral merupakan kebalikannya yaitu senyawa yang selaras, berdasarkan pernyataan tersebut dimanakah antara kedua senyawa ini yang lebih efektif dalam berikatan dengan reseptor sehingga ia memiliki efektivitas yang lebih baik dalam aktivitas biologisnya?
Kemudian anda menyebutkan contoh obat thalidomide yang memiliki efek samping pada ibu hamil yang menyebabkan bayinya mengalami malformasi pada anggota tubuhnya, apakah hal tersebut berkaitan dengan pusat kiralnya? Lalu apakah efek samping tersebut dapat di atasi dengan mengubah struktur isomer dari senyawa obat tersebut?
Berdasarkan penjelasan anda mengenai senyawa kiral dan akiral diperoleh perbedaan bahwa senyawa kiral merupakan senyawa yang tidak selaras sedangkan akiral merupakan kebalikannya yaitu senyawa yang selaras, berdasarkan pernyataan tersebut dimanakah antara kedua senyawa ini yang lebih efektif dalam berikatan dengan reseptor sehingga ia memiliki efektivitas yang lebih baik dalam aktivitas biologisnya?
BalasHapusKemudian anda menyebutkan contoh obat thalidomide yang memiliki efek samping pada ibu hamil yang menyebabkan bayinya mengalami malformasi pada anggota tubuhnya, apakah hal tersebut berkaitan dengan pusat kiralnya?
Lalu apakah efek samping tersebut dapat di atasi dengan mengubah struktur isomer dari senyawa obat tersebut?