EKSTRAK TERPURIFIKASI

Ekstrak terpurifikasi (ET) Merupakan ekstrak yang dipurifikasi dari ekstrak kasar (crude extract) untuk menghilangkan golongan kimia atau pengotor yang tidak diinginkan dan bertujuan untuk meningkatkan konsentrasi senyawa aktif dan mengurangi massa atau volume ekstrak.


https://youtu.be/Fo8m2emkK8U

Komentar

  1. Berdasarkan video yang telah dijelaskan pada metode purifikasi I ada dikatakan fraksi etanol 30% yang diperoleh difraksinasi kembali dengan etil asetat sebanyak empat kali fraksinasi hingga diperoleh fraksi etil asetat yang bening. yang ingin saya tanyakan yaitu bagaimana proses fraksinasi tersebut sehingga diperoleh fraksi etil asetat yang bening ? dan mengapa proses fraksinasi tersebut perlu dilakukan sebanyak  empat kali ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Proses Fraksinasinya sama seperti biasanya yg umum dilakukan hingga proses dari frasinasi mencapai tujuan yaitu hasil yang bening,
      proses fraksinasi tidak harus dilakukan 4 kali namun proses tersebut dilakukan sampai memperoleh hasil yang diinginkan yaitu etil asetat yang bening

      Hapus
  2. Berdasarkan video yang telah dijelaskan dikatakan bahwa pada metode purifikasi II ekstrak etanol 96% yang kental ditimbang 20 gram, dituangkan ke dalam Erlenmeyer dan ditambah air panas 400 mLdan diaduk. Suspensi dimasukkan dalam corong pisah dan ditambah etil asetat 400 mL (perbandingan 1:1). yang ingin saya tanyakan yaitu mengapa pada suspensi dilakukan penambahan etil asetat 400mL dengan menggunakan perbandingan 1:1 ? bagaimana jika tidak menggunakan perbandingan 1: 1. apakah akan mempengaruhi hasil ekstraknya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. penambahan etil asetat sebanyak 400 mL atau sebanyak 1;1 dilakukan agar perbandingannya seimbang atau sama banyak, jika tidak dilakukan 1;1 maka kemungkinan akan terjadi kelebihan atau kekurangan bahan pelarut sehingga hasil yang di inginkan tidak tercapai

      Hapus
  3. Berdasarkan video dikatakan bahwa pada metode purifikasi I dilakukan penambahan etanol 30% sedangkan pada metode purifikasi II dilakukan penambahan air panas . yang ingin saya tanyakan yaitu bagaimana hasil ekstrak dari masing-masing metode dan metode manakah yang efektif digunakan untuk mendapatkan hasil yang baik ,jelaskan mengapa demikian

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pada metode II dihasilkan ekstrak
      terpurifkasi dengan kandungan flavonoid yang
      relatif bersifat polar dibandingkan dengan metode 1. Hal ini disebabkan adanya perbedaan tahap awal
      purifikasi, yaitu pada metode I menggunakan
      pelarut etanol 30%, sedangkan metode II
      menggunakan air panas.,
      KARENA, Flavonoid Cenderung terikat dengan gula yang dimana menyebabkan flavonoid Mudah larut dalam air itulah mengapa metode 2 (menggunakan air panas) kandungan flavonoid nya lebih polar dibandingkan metode 1 yang menggunakan etanol 30 %.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini